osteoporosis-pada-wanita

Inilah Penyebab Osteoporosis Pada Wanita

Diposting pada

Penyebab osteoporosis pada wanita lebih sering daripada laki-laki. Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah disertai mikroarsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang, yang pada akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang.

Pembagian osteoporosis secara umum dibagi menjadi tiga:

  • Osteoporosis primer. Biasanya jenis ini menyerang pasca menopause.
  • Osteoporosis sekunder. Penyebab osteoporosis ini adalah penyakit lain yang ada di dalam tubuh, kurang gerak, dan malnutrisi.
  • Osteoporosis anak.

Sebelumnya kita membahas tentang Pada dasarnya osteoporosis pada wanita diatas dibagi lagi menjadi khusus. Osteoporosis primer sendiri dapat dibagi lagi menjadi dua tipe, yaitu osteoporosis pasca menopause (postmenopausal osteoporosis) dan osteoporosis senilis (senile osteoporosis).

Osteoporosis pasca menopause terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Penyakit yang satu ini biasanya menimpa wanita berumur 51-75 tahun. Bahkan terkadang penyakit ini menyerang wanita yang lebih muda.

Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosis pasca menopause. Biasanya wanita kulit hitam lebih kebal osteoporosis dibandingkan dengan wanita kulit putih atau wanita daerah timur. Osteoporosis senilis terjadi karena kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan di antara kecepatan hancumya tulang dan pembentukan tulang yang baru.

Maksud dari nama senilis adalah penyakit ini hanya terjadi ketika sudah lanjut usia. Biasanya menyerang wanita umur 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita daripada pria. Osteoporosis pada wanita juga salah satu penyakit yang sangat umum menimpa terjadi. tapi bisa juga kita hindari.

Gaya hidup yang tidak sehat, yaitu pola makan yang tidak bergizi adekuat dan kurang gerak (akibat modemisasi), menyebabkan osteoporosis menjadi silent disease (penyakit mematikan yang tidak bergejala di awal). Pola makan yang tidak bemutrisi optimal dan maraknya minuman berkafein serta bersoda ikut memicu terjadinya osteoporosis.

Hampir 80% wanita yang senang mengonsumsi kopi dan minuman soda secara berlebihan mengalami osteopenia (masa awal osteoporosis).

Penyebab Osteoporosis

Osteoporosis disebabkan oleh penurunan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia. Osteoporosis mempengaruhi semua orang, tetapi beberapa orang berisiko lebih tinggi dan lebih cepat daripada yang lain. Ketika muda, tulang manusia beregenerasi dengan cepat dan dalam kondisi terpadat dan terkuat.

BACA JUGA:  Obat Batuk Untuk Ibu Menyusui Yang Aman Dan Efektif

Namun seiring bertambahnya usia, tulang-tulang yang lama tidak segera diganti dengan yang baru dan tidak tumbuh lagi. Ini membuat tulang secara bertahap menjadi lebih rapuh dari waktu ke waktu. Kepadatan tulang terjadi ketika masuk usia senja. Tulang menjadi lebih lemah, keropos dan lebih rentan terhadap keretakan.

Gaya Hidup Yang Menyebabkan Osteoporosis

1. Jarang olahraga dan malas gerak

Anda suka duduk? Hilangkan segera kebiasaan penyebab osteoporosis itu, Menurut pada ahli orang yang jarang berolahraga dan pasitf lebih mudah terserang osteoporosis dibandingkan dengan yang aktif. Biasakan berjalan, berlari, melompat, menari, dan angkat beban sebab latihan dan kegiatan yang menyangga beban serta meningkatkan ekuilibrium dan postur tubuh berfungsi untuk penguatan tulang Anda.

Seseorang yang kurang gerak, kurang aktivitas, memiliki otot tidak terlatih . Otot yang melemah akan mempercepat penurunan kekuatan tulang. Untuk menghindari hal ini, dianjurkan untuk berolahraga secara teratur setidaknya tiga kali seminggu.

Baca juga : 3 Cara Menyuburkan Rambut dan Membuatnya Berkilau

2. Alkohol

Konsumsi teratur lebih dari dua minuman beralkohol sehari menambah risiko osteoporosis. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan cedera ringan pada lapisan perut. Dan ini menyebabkan perdarahan yang menyebabkan hilangnya kalsium dalam tubuh, yang dapat mengurangi massa tulang dan menyebabkan osteoporosis.

3. Rokok

Peran pasti mengisap rokok dalam osteoporosis tidak dapat dibuktikan dengan jelas, tetapi mengisap rokok telah terbukti berkontribusi terhadap melemahnya tulang. Perokok memiliki risiko lebih besar terkena osteoporosis daripada bukan perokok.

Perokok diketahui memiliki kadar estrogen lebih rendah dan menopause lima tahun lebih cepat daripada bukan perokok. Nikotin dalam rokok mempengaruhi penyerapan dan penggunaan kalsium secara negatif. Akibatnya, keropos tulang / osteoporosis terjadi lebih cepat.

4. Minuman soda

Minuman bersoda mengandung fosfor dan kafein (caffeine). Fosfor mengikat kalsium dan mendorong kalsium keluar dari tulang, sementara kafein meningkatkan pembuangan kalsium melalui urin. Untuk menghindari bahaya osteoporosis, Anda harus mengonsumsi minuman soda disertai dengan konsumsi susu atau asupan kalsium.

Gejala osteoporosis pada wanita

Pada awalnya, osteoporosis tidak menimbulkan gejala, bahkan selama beberapa dekade. Jika kepadatan tulang sangat berkurang, sehingga tulang rektak atau hancur, nyeri dan perubahan bentuk tulang muncul. Baru Anda sadar selama ini sudah terkena osteoporosis. Gelaja seseorang dengan osteoporosis biasanya mengeluhkan hal-hal berikut:

  • Tinggi badan menurun
  • Bongkok atau perubahan bentuk tubuh
  • Tulang patah
  • Nyeri jika ada patah tulang
BACA JUGA:  9 Penyebab Sariawan di Lidah

Faktor osteoporosis

Osteoporosis dapat menyerang semua orang dengan berbagai faktor risiko. Faktor risiko untuk osteoporosis dikelompokkan menjadi dua, yaitu yang tidak dapat dikontrol dan yang bisa dikontrol.

1. Jenis kelamin

Wanita memiliki risiko osteoporosis lebih tinggi daripada pria. Ini karena pengaruh estrogen, hormon yang mulai berkurang dalam tubuh sejak usia 35 tahun.

2. Usia

Semakin tua usia, semakin tinggi risiko osteoporosis, karena secara alami, tulang menjadi semakin rapuh seiring bertambahnya usia. Osteoporosis pada lansia disebabkan oleh penurunan massa tulang, juga karena penurunan kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium.

3. Ras

Tidak semua yang putih itu cantik. Semakin cerah kulit orang tersebut, semakin tinggi risiko osteoporosis. Akibatnya, ras Eropa dan Asia memiliki risiko osteoporosis lebih tinggi daripada ras kulit hitam Afrika. Ras Afrika memiliki massa tulang yang lebih padat daripada orang kulit putih.

Mereka juga memiliki otot yang lebih besar, sehingga tekanan pada tulang sangat bagus. Ditambah dengan tingkat estrogen yang lebih tinggi di ras Afrika.

4. Pigmentasi dan tempat tinggal

Orang berkulit gelap yang tinggal di katulistiwa memiliki risiko osteoporosis lebih rendah daripada orang kulit putih yang tinggal di daerah kutub seperti Norwegia dan Swedia.

5. Riwayat keluarga

Jika terdapat nenek atau ibu yang mempunyai osteoporosis atau jisim tulang rendah, sehingga anak mereka cenderung mempunyai risiko osteoporosis yang tinggi.

6. Bentuk Tubuh

Semakin kecil seseorang, semakin tinggi risiko osteoporosis. Demikian pula, orang dengan tubuh kurus memiliki risiko lebih besar terkena osteoporosis daripada orang bertubuh besar.

7. Menopause

Wanita pascamenopause kehilangan hormon estrogen karena tubuh tidak lagi memproduksinya. Padahal hormon estrogen diperlukan untuk pembentukan dan pemeliharaan massa tulang. Semakin rendah estrogen bersamaan dengan bertambahnya usia, semakin rendah kepadatan tulang, semakin besar keropos tulang, dan tulang yang mudah patah.

BACA JUGA:  7 Penyebab Mimisan Pada Anak Yang Perlu Bunda Ketahui

Menopause dini dapat terjadi jika pengangkatan ovarium disebabkan oleh penyakit. seperti kanker, mioma dan lainnya. Menopause dini juga mengarah pada peningkatan risiko osteoporosis.

Tips mencegah osteoporosis pada wanita

Mencegah osteoporosis sejak dini dianjurkan untuk menghindari penyakit ini ketika sudah tua. Cobalah untuk mengerjakan beberapa hal penting ini.

1. Kontrol berat badan

Obesistas memicu osteoporosis karena tubuh menerima beban di luar kapasitas.ladi pastikan kontrol terus berat badan anda. Pertambahan berat badan meningkatkan risiko keropos tulang dan patah tulang. Kelebihan berat badan sekarang diketahui meningkatkan risiko patah tulang lengan dan pergelangan tangan. Dengan demikian, menjaga berat badan yang tepat baik untuk tulang, juga untuk kesehatan secara keseluruhan.

2. Konsumsi kalsium

Wanita harus memiliki proporsi yang lebih tinggi dari makanan yang kaya kalsium seperti susu, produk susu, bayam, brokoli, makanan laut dan pada makanan dan minuman penarik kalsium (kopi dan soda). Minum 2 gelas susu dan tambahan vitamin D setiap hari bisa meningkatkan kepadatan tulang pada wanita setengah baya yang sebelumnya tidak mendapatkan cukup kalsium.

Akan tetapi perlu diperhatikan juga bahwa tablet kalsium dan susu yang dikonsumsi setiap hari akhir-alchir ini menjadi perdebatan se-bagai pemicu terjadi osteoporosis, berhubungan dengan teori osteoblas.

3. Waspadai nyeri tubuh

Nyeri tubuh dapat menjadi indikator osteoporosis. Lakukan tes kepadatan tulang (BMD) terutama jika terjadi nyeri pada tulang dan sendi yang berkelanjutan.

4. Jangan lakukan diet ekstrem

Kehilangan nutrisi bagus seperti kalsium sering terjadi ketika anda ingin menurunkan berat badan secara instan.

5. Rutin olahraga

Olahraga teratur terbukti menjaga kefleksibelan tulang anda. Olahraga beban (misalnya berjalan dan menaiki tangga) akan meningkatkan kepadatan tulang, sedangkan berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang.

6. Jangan terlalu takut panas

Kalsium bisa di dapat melalui vitamin D itulah mengapa salah satu penyebab osteoporosis pada wanita. Vitamin D sendiri diproduksi di dalam tubuh ketika Anda mendapatkan sinar matahari pagi yang sehat.

Demikian artikel penyebab osteoporosis pada wanita, semoga Anda tidak salah satu orang yang terkena penyakit ini dan sehat selalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *