Penyebab Sakit Kepala

6 Penyebab Sakit Kepala Berkepanjangan

Diposting pada

Hampir semua orang pernah merasakan nyeri kepala atau sakit kepala. Tapi apa penyebab sakit kepala sebenarnya. Sifat nyerinya pun digambarkan berbeda-beda oleh penderitanya.

Ada yang menggambarkan , “rasanya seperti ditumbuk martil”, atau “bagai ditusuk-tusuk jarum”. Ada pula penderita sakitkepala yang mengatakan, kepalanya “serasa terjepit.” Keluhan yang beraneka ragam ini menimbulkan teka-teki di kalangan masyarakat awam apa dan bagaimana sakit kepala itu sebenarnya.

Sakit kepala biasanya merupakan gejala adanya gangguan pada bagian tubuh. Namun adakalanya nyeri itu timbul tanpa ada gangguan pada tubuh, melainkan merupakan akibat adanya ketegangan mental dan emosional.

Persepsi seseorang terhadap sakit kepala biasa berbeda-beda. Untuk sebagian orang dianggap sebagai gangguan biasa. Tetapi bagi yang lain dianggap sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga upaya apapun dilakukan asalkan terbebas dari keluhan sakit kepala. Baca juga 7 Penyebab Penyakit Maag.

Berbagai Penyebab Sakit Kepala

Ada beberapa penyebab sakit kepala yang diakibatkan oleh berbagai faktor. Tergantung dari penyebabnya, penanganan sakit kepala tersebut tentu berbeda-beda.

Migrain

Berasal dari kata Yunani “hemicrania” yang berarti nyeri sebagian atau sebelah kepala. Namun tidak semua penderita migrain sakit atau merasa nyeri pada sebelah kepala, ada kalanya terasa pada kedua sisi kepala. Meskipun demikian nyeri yang dirasakan paling berat pada sebelah kepala saja.

Beberapa ahli mengemukakan, bahwa migrain terjadi karena perubahan arus darah di kepala. Ada yang berpendapat, bahwa penyebab migrain adalah ketidakstabilan urat nadi dalam mengurut dan membesar terlalu banyak. Hal ini terjadi akibat reaksi suatu rangsangan. Migrain juga merupakan penyakit yang diwarisi, tetapi migrain yang diwarisi biasanya lebih parah.

Bersamaan dengan datangnya serangan, timbul rasa mual, penglihatan menjadi kabur dan penderita menjadi peka terhadap cahaya maupun suara. Serangan dapat terjadi satu atau dua jam, meskipun biasa sehari penuh.

BACA JUGA:  15 Manfaat Olahraga untuk Ibu Hamil

Penyebab sakit kepala migrain sampai kini belum diketahui dengan pasti. Namun diduga ada kaitannya dengan makanan, alkohol dan ketegangan pikiran. Makan terlalu banyak, terutama yang tidak dicerna dengan sempurna, dapat mengakibatkan migrain.

Demikian pula seseorang yang tidak tahan terhadap jenis makanan yang digoreng dan berlemak tinggi. Makanan tertentu seperti teh, kopi, keju, seafood, dapat menyebabkan migrain. selaput otak, tumor otak, infeksi maupun kelainan pada bidang THT (telinga, hidung dan tenggorok) sering disertai sakit kepala.

Orang-orang yang menggunakan matanya terlalu lelah atau terlalu memaksa, misalnya mestinya telah menggunakan kacamata
yang sesuai tetapi tidak dilakukannya, sering menderita sakit kepala. Demikian juga mereka yang melakukan olahraga berat, kadang-kadang menderita sakit kepala.

Stres Emosional

Stres emosional sering dihubungkan dengan sakit kepala sekitar 40 persen penderita sakit kepala disebabkan oleh terjadinya kontraksi otot. sakit kepala seperti ini ditandai dengan rasa sakit yang tetap. Untuk setiap orang, rasa sakit nyeri ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang berbeda.

Penyebab sakit kepala ini biasanya stres dan banyak dihubungkan dengan kecemasan, susah tidur dan depresi. Obat-obatan tertentu seperti pil KB, jenis makanan yang banyak mengandung nitrat seperti hot dog dan kafein merupakan penyebab sakit kepala jenis ini. Demikian pula wanita tertentu pada masa menjelang haid.

Benturan pada Kepala

Sakit kepala juga dapat terjadi setelah seseorang mengalami benturan pada kepala. sakit kepala seperti ini harus segera diperiksakan ke dokter. Demikian pula kehilangan kesadaran walaupun sesaat, merasa pusing beberapa menit atau sakit kepala yang kian bertambah setelah terjadi benturan, biasa merupakan pertanda telah terjadi gegar otak.

Cara mengobati sakit kepala tanpa obat

Ketegangan pada otot-otot kepala, bahu, leher, dan rahang merupakan penyebab sakit kepala berkepanjangan yang paling umum. Jenis sakit kepala ini biasanya berlangsung antara 30 menit dan beberapa jam. Rasa sakit biasanya dimulai di bagian belakang kepala dan kemudian menyebar ke depan dan penyebabnya harus diobati.

BACA JUGA:  3 Cara Menyuburkan dan Mengkilapkan Rambut

1. Merelaksasikan diri

Tutup mata dan sesuaikan alur pernapasan Anda, bayangkan berada di tempat favorit dan nyaman atau di hutan. Jika biasanya bermeditasi, Anda dapat meredakan sakit kepala menggunakan teknik meditasi. Coba saja dan akhirnya sakit kepala Anda secara bertahap menghilang.

2. Mengompres dahi

Anda dapat membantu sirkulasi darah berjalan lancar serta mengendurkan otot-otot yang kaku dengan menekan dahi dan leher Anda dengan kain hangat. Kompres dingin Anda bisa menggunakan es batu yang dibungkus dengan kain. Ketika pembuluh darah berkontraksi akan mengecilkan pembuluh darah karena efek dingin. Tekanan pada saraf sensitif di kepala pun berkurang.

3. Melakukan pijatan ringan di dahi

Berikan pijatan lembut dan konstan selama 7-15 detik, lalu rileks. Anda dapat mencoba memijat bagian yang sakit dengan jari telunjuk atau ibu jari atau mencari bantuan orang lain untuk memijat. Ulangi sampai rasa sakit Anda berkurang. Ketika sedang pijat dengan orang lain, mintalah untuk memijat dengan tekanan yang tepat karena terlalu lambat atau cepat tidak akan memulihkan sakit kepala Anda.

4. Minum air putih sesuai kebutuhan

Salah satu tanda dehidrasi adalah sakit kepala, haus atau kurang konsentrasi . Jika sakit kepala anda disertai oleh rasa dahaga, mulut kering itu karena kurang minum. Sesuaikan minum air dengan semua aktivitas yang akan dilakukan.

Upaya Mengatasi Sakit Kepala

Upaya mengatasi sakit kepala  tentu saja dimulai dengan mengatasi penyebab sakit kepala berkepanjangan. Obat-obatan penghilang sakit kepala yang banyak beredar di luar hanyalah mengurangi atau menghilangkan keluhan nyerinya saja, bukan menghilangkan sumber sakitnya. 

Karena itulah diperlukan diagnosa yang tepat oleh para dokter, karena sakit kepala bukanlah penyakit melainkan gejala adanya sesuatu penyakit. Antara lain perlu menambahkan dalam anamnesis dengan penderita, riwayat atau kejadian yang mendahului rasa nyeri, misalnya benturan, obat-obatan atau keterpajanan (expose) radiasi elektromagnetik.

BACA JUGA:  Obat Flu Untuk Ibu Menyusui Paling Ampuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *